Dalam rangka peringatan ulang tahun Dompet Dhuafa yang ke-18, HFI bersama Dompet Dhuafa dan United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs menggelar Diskusi Publik "Menggerakkan Kemanusiaan Melalui Filantropi Dalam Membangun Kemandirian Bangsa" pada hari Rabu, 27 Juli 2011 pukul 14.00-17.00 WIB di Papua Room, UN Office Indonesia Menara Thamrin Lt.7.
Acara dibuka oleh Surya Rahman Muhammad dari Sekretariat HFI. Setelah itu, opening remarks disampaikan oleh Mr. Ignacio Leon Garcia, Country Director UN-OCHA Office Indonesia. Dalam sambutannya, Mr. Ignacio menjelaskan bahwa dalam sejarah bantuan kemanusiaan, terdapat tiga fase. Fase pertama adalah charity, fase kedua adalah solidarity, dan fase ketiga adalah obligation. Ignacio menekankan bahwa kita memiliki obligasi untuk membantu mereka yang berkekurangan. Tidak hanya kita, tetapi private sector juga memiliki tanggung jawab, karena mereka yang mengambil banyak keuntungan dari negara ini. Peran kita adalah untuk mendukung private sector dengan meningkatkan pemahaman mereka apa saja kebutuhan yang penting, dimana saja populasi yang lebih rentan, dan juga mengingatkan mereka bahwa mereka harus menggunakan para ahli dan kapasitas mereka bagi masyarakat yang membutuhkan. Selanjutnya Ignacio menekankan tentang pentingnya human dignity bagi setiap orang. Dan private sector harus bersama-sama mengikat komitmen bagi hal tersebut.
Diskusi tanya jawab kemudian difasilitasi oleh Catur Sudira dari Masyarakat Penanggulangan Bencana di Indonesia (MPBI). Diskusi dimulai dengan paparan dari empat pembicara yaitu Ismail A. Said (Presiden Direktur Dompet Dhuafa), Ahmad Erani Yustika (Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya Malang, Direktur Eksekutif INDEF), Aslim (Gema Damai), dan Jonathan Victor Rembeth (HFI/UNJSP).
Diskusi ditutup dengan kesimpulan dari catatan Catur Sudira. Pertama, ada contoh yang sangat baik dari Dompet Dhuafa, dimana mereka menggalang dana dari masyarakat dan mengelolanya dengan baik dan mengembalikannya lagi kepada masyarakat, dan juga sudah ekspansi ke negara-negara luar. Ada lagi penggalangan dana yang masif digalang oleh media, mungkin sampai saat ini akuntabilitasnya harus dipertanggungjawabkan. Kedua, peluang-peluang untuk filantropi, seperti yang tadi disampaikan juga oleh pak Erani bahwa perkembangan ekonomi kalangan menengah ke atas cukup signifikan. Ketiga, tentang perjalanan dan tantangan filantropi di Indonesia telah disampaikan panjang lebar oleh pak Victor Rembeth. Jika dimungkinkan, bisa diadakan diskusi yang lebih dalam lagi mengenai filantropi di Indonesia.
Di akhir acara, Surya Rahman Muhammad dari Sekretariat HFI menutup acara dan mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara acara, pembicara, moderator diskusi dan setiap peserta, dan juga mengucapkan selamat ulang tahun ke-18 kepada Dompet Dhuafa.